Emas menahan penurunan pada hari Selasa (26/9) setelah dolar menguat ke level tertinggi tahun ini dan obligasi AS terus melakukan aksi jual, karena konsensus mengenai kemungkinan skenario suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama terus membangun momentum di pasar.Imbal hasil obligasi Treasury 10 dan 30 tahun melonjak ke level tertinggi baru dalam beberapa tahun pada hari Senin, dengan kenaikan yang dipicu oleh ekspektasi Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tetap tinggi dan meningkatkan pasokan obligasi baru. Dolar naik sebesar 0,5% karena Departemen Keuangan berada di bawah tekanan. Baik greenback yang lebih kuat maupun imbal hasil yang lebih tinggi umumnya berdampak negatif bagi emas batangan yang tidak berbunga, karena dihargai dalam mata uang AS.Para pedagang menantikan laporan utama inflasi AS yang akan dirilis minggu ini yang diperkirakan akan menunjukkan perlambatan pertumbuhan harga konsumen.Harga emas di pasar spot sedikit berubah pada $1,916.28 per ounce pada pukul 8:11 pagi waktu Singapura, setelah turun 0,5% pada hari Senin. Indeks Bloomberg Dollar Spot datar, menyusul kenaikan 0,4% di sesi sebelumnya. Perak dan platinum stabil, sementara paladium melemah. Sumber : Bloomberg
Related Posts
USD/CHF Tiba-Tiba Loyo, Ada Apa di Balik Fed?
Pasangan USD/CHF melemah ke area 0,8030 pada awal sesi Eropa hari Jumat(5/12). Dolar AS tertekan oleh spekulasi kuat pemangkasan suku…
Indeks Nasdaq Berakhir Turun Jelang Laporan Laba Perusahaan Teknologi
Indeks Nasdaq yang padat teknologi melemah pada hari Selasa (30/1) karena pasar menunggu serentetan pendapatan perusahaan-perusahaan besar dan Federal Reserve…
Harga Emas Melemah Imbas Hasil Obligasi AS Menguat
Harga emas spot melemah pada perdagangan Selasa (2/7/2024), imbas hasil obligasi Amerika Serikat (AS) yang kuat. Investor juga mengamati pernyataaan…
