Dolar AS bergerak cenderung stabil pada perdagangan hari ini, setelah sempat menguat dua hari beruntun. Indeks acuan pasar, DXY (US Dollar Index) berada di kisaran 97,4–97,6, menandakan dolar masih “bertahan” di level atas meski mulai kehilangan momentum dorong.
Penguat utama datang dari data pabrik AS yang secara mengejutkan positif. Indeks manufaktur Institute for Supply Management untuk Januari naik ke 52,6 dari 47,9—balik ke zona ekspansi. Data ini bikin pelaku pasar sedikit mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat, yang biasanya jadi dukungan buat dolar.
Namun pasar juga kehilangan “petunjuk” penting minggu ini karena rilis data tenaga kerja Januari ditunda akibat partial government shutdown. Bureau of Labor Statistics menyatakan jadwal rilis akan di-update setelah pendanaan kembali normal—dan ini bikin pergerakan dolar lebih sensitif ke headline harian.
Di Asia, dolar terlihat kuat terhadap yen. USD/JPY bergerak di area 155,4–155,7, mencerminkan yen yang melemah dan memberi dukungan tambahan untuk dolar di pasangan ini.
Secara teknikal intraday, pasar biasanya melihat support DXY di area sekitar 97,4 dan resistance sekitar 97,6–97,7. Selama DXY bertahan di atas support, bias dolar masih “bertahan kuat”; tapi kalau tembus turun, ruang koreksi lebih lebar karena pasar juga bisa balik risk-on (minat risiko naik).
Sumber : Newsmaker.id
