Dolar Australia Tetap Lemah, Dolar AS Menguat

Dolar Australia (AUD) terus melemah terhadap Dolar AS (USD) pada hari Jumat(13/12).

Ancaman tarif dari pemerintahan Trump telah mendorong Dolar AS (USD) secara menyeluruh dan menciptakan hambatan bagi pasangan AUD/USD. Selain itu, spekulasi tentang potensi tarif 10% untuk barang-barang Tiongkok dapat menyeret AUD lebih rendah karena Tiongkok telah menjadi mitra dagang terbesar Australia.

AUD memperoleh dukungan setelah rilis data ketenagakerjaan domestik yang beragam pada hari Kamis.

Perubahan Ketenagakerjaan yang disesuaikan secara musiman naik sebesar 35.600, sehingga jumlah total orang yang bekerja menjadi 14.535.500 pada bulan November. Sementara itu, Tingkat Pengangguran turun menjadi 3,9%, terendah sejak Maret, lebih rendah dari perkiraan pasar sebesar 4,2%.

Sumber: FXStreet

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.