Saham Jepang melemah pada Selasa(19/8) ketika investor menunggu pertemuan penting para bankir sentral dan mencermati sinyal diplomasi positif terkait kemungkinan berakhirnya konflik Rusia–Ukraina. Indeks Nikkei 225 turun 0,38% atau 168,02 poin dan ditutup di level 43.546,29.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan jaminan keamanan bisa difinalisasi dalam 10 hari ke depan setelah pembicaraan dengan Presiden AS Donald Trump dan para pemimpin Eropa. Pernyataan itu muncul setelah pertemuan Trump dengan mitra NATO serta panggilannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengatur dialog lanjutan. Di sisi lain, investor juga fokus pada simposium The Fed di Jackson Hole akhir pekan ini, di mana Ketua Jerome Powell akan memaparkan prospek ekonomi
Di sisi korporasi, Aozora Bank (TYO:8304) melaporkan rasio kecukupan modal konsolidasian per 30 Juni sebesar 10,47% dan CET1 di 8,8%, sedikit turun dibanding Maret. Rakuten Group (TYO:4755) dan Amazon.com berencana meluncurkan layanan komunikasi berbasis satelit di Jepang mulai 2026, menantang Starlink milik SpaceX, menurut Nikkei. Sementara itu, Daiwa Securities Group (TYO:8601) memperluas bisnis ke sektor pertanian dengan target menguasai pasar paprika Jepang melalui sebuah dana investasi, lapor media tersebut.
Sumber: MT Newswires
