Harga minyak cenderung datar. WTI mendekati $60/barel setelah kenaikan tipis, sementara Brent di sekitar $64. Spread prompt WTI menyempit ke 9 sen per barel terendah sejak Februari menandakan kondisi pasokan yang kurang ketat. Pasar menunggu rilis analisis bulanan OPEC pada Rabu dan prospek tahunan IEA di hari yang sama, sebelum pembaruan bulanan IEA pada Kamis.
Tekanan harga masih terasa. Futures minyak AS turun sekitar 16% tahun ini setelah tiga bulan beruntun melemah. Ekspektasi surplus global kian kuat seiring OPEC+ melonggarkan pembatasan produksi dan penambahan pasokan dari produsen non-aliansi.
Arah arus impor India ikut disorot. Presiden AS Donald Trump menyebut kesepakatan dagang dengan New Delhi “sudah sangat dekat” dan mengatakan India telah menghentikan pembelian minyak Rusia. AS juga menjatuhkan sanksi ke Lukoil dan Rosneft; Lukoil menyatakan force majeure atas pengiriman dari ladang West Qurna 2 di Irak.
Harga terbaru: WTI kontrak Desember turun 0,2% ke $60,01/barel pada 08:44 waktu Singapura. Brent kontrak Januari menguat 0,7% ke $64,06/barel pada Senin. Semua mata tertuju pada rilis OPEC dan IEA sebagai penentu sentimen berikutnya.
Sumber: Newsmaker.id
