Aussie Dollar Nanjak, RBA Bakal Naik Bunga Lagi?

Dolar Australia (AUD) menguat terhadap Dolar AS pada hari Jumat(28/11), memperpanjang tren naiknya menjadi enam hari berturut-turut. Penguatan ini tidak hanya terjadi terhadap USD, tetapi juga terhadap sejumlah mata uang utama lain. Pemicunya adalah data inflasi Australia yang lebih tinggi dari perkiraan, dengan harga konsumen naik empat bulan beruntun di Oktober dan kini berada di atas target RBA 2%-3%. Kondisi ini membuat pasar mulai meragukan peluang pelonggaran kebijakan dan justru melihat risiko kenaikan suku bunga lanjutan dari Reserve Bank of Australia (RBA).

Meski begitu, untuk pertemuan Desember, RBA masih diperkirakan menahan Suku Bunga Resmi (OCR) di 3,6%, karena inflasi tinggi tetapi pasar tenaga kerja dinilai masih cukup sehat meski pengangguran sedikit naik. Data Kredit Sektor Swasta yang dirilis Jumat menunjukkan pinjaman tumbuh 0,7% MoM di Oktober, di atas ekspektasi 0,6%, dengan pertumbuhan tahunan naik tipis ke 7,3%. Sementara itu, kontrak berjangka suku bunga ASX 30-hari hanya mencerminkan sekitar 6% peluang pemangkasan suku bunga pada Desember, menandakan pasar masih lebih condong ke skenario suku bunga tinggi bertahan lebih lama, yang pada akhirnya menjadi angin segar bagi penguatan AUD.

Sumber: Newsmaker.id

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.