Dolar Australia Menguat

Dolar Australia menguat terhadap Dolar AS pada Jumat dan memperpanjang kenaikan untuk hari kedua berturut-turut. Penguatan ini terjadi karena Dolar AS cenderung tertekan, seiring meningkatnya ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve bisa memangkas suku bunga setelah data inflasi AS November turun lebih rendah dari perkiraan. Inflasi CPI AS tercatat 2,7%, sementara core CPI naik 2,6%—keduanya di bawah ekspektasi, sehingga memberi dukungan bagi AUD/USD.

Dari dalam negeri Australia, sentimen terhadap AUD juga terbantu oleh sikap investor yang lebih waspada setelah rilis Consumer Inflation Expectations yang naik menjadi 4,7% pada Desember, dari 4,5% pada November. Angka ini memperkuat pandangan bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) masih punya alasan untuk mempertahankan sikap ketat (hawkish) terhadap kebijakan suku bunga.

Selain itu, data kredit menunjukkan aktivitas pembiayaan masih kuat. Private Sector Credit Australia naik 0,6% (MoM) pada November, melampaui perkiraan 0,2%, meski lebih lambat dibanding kenaikan 0,7% pada Oktober. Secara tahunan, pertumbuhan kredit meningkat tipis menjadi 7,4% (YoY) dari 7,3%, yang menjadi laju tercepat sejak Januari 2023—memberi tambahan dukungan bagi Dolar Australia.

Sumber: Bloomberg.com

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.