Perak Dekat Rekor, Dipicu Kekhawatiran Fed dan Geopolitik

Harga perak tetap stabil di atas US$85 per ons pada hari Selasa(13/1), mendekati rekor tertinggi karena meningkatnya permintaan sebagai aset aman. Investor mencari perlindungan di tengah ketidakpastian global, termasuk kekhawatiran soal kebijakan Federal Reserve AS dan ketegangan geopolitik.

Ancaman dakwaan terhadap Ketua Fed Jerome Powell oleh jaksa federal AS menambah kekhawatiran pasar. Powell dikritik atas komentarnya kepada Kongres mengenai proyek renovasi gedung Fed, yang dianggap sebagai tekanan politik untuk memengaruhi suku bunga. Pemerintahan Trump disebut menekan Fed agar memangkas suku bunga, dan Powell menilai ancaman itu hanya “dalih” politik.

Selain masalah Fed, situasi global juga memengaruhi harga perak. Protes yang meningkat di Iran menimbulkan risiko intervensi AS, sementara pernyataan Presiden Trump tentang kemungkinan aneksasi Greenland menambah ketidakpastian geopolitik. Semua faktor ini mendorong investor untuk mencari logam mulia sebagai tempat aman menaruh dana.

Kebijakan perdagangan AS juga menjadi sorotan. Trump memperingatkan bahwa negara mana pun yang berbisnis dengan Iran akan menghadapi tarif 25% untuk semua transaksi dengan AS. Langkah ini meningkatkan ketegangan perdagangan global dan memperkuat daya tarik perak sebagai aset lindung nilai di tengah kondisi pasar yang tidak menentu.

Sumber: Newsmaker.id

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.