Pound Menguat, Dolar Tertekan Isu Greenland dan Data Inggris

Pasangan GBP/USD melanjutkan penguatan untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 1,3430 pada perdagangan Asia hari Rabu(21/1). Kenaikan ini didorong oleh data ketenagakerjaan Inggris yang lebih baik dari perkiraan, di mana jumlah pekerjaan bertambah 82.000 dalam tiga bulan hingga November. Selain itu, pertumbuhan upah juga menunjukkan peningkatan, meskipun tingkat pengangguran tetap stabil di 5,1%.

Pelaku pasar kini menantikan rilis data inflasi Inggris untuk bulan Desember, termasuk CPI, PPI, dan Indeks Harga Eceran. Data tersebut dinilai penting untuk melihat arah kebijakan moneter Bank of England ke depan. Jika inflasi tetap tinggi, Pound berpotensi mendapat dukungan lanjutan.

Di sisi lain, Dolar AS terus melemah akibat meningkatnya ketegangan geopolitik. Pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait ambisinya atas Greenland serta ancaman tarif baru terhadap negara-negara Uni Eropa menambah kekhawatiran pasar. Rencana Parlemen Eropa untuk menunda persetujuan kesepakatan dagang dengan AS semakin memperkuat tekanan terhadap Dolar.

Sumber: Newsmaker.id

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.