Dolar Kembali Melemah, Efek “Warsh” Mulai Reda

Dolar AS melemah lagi pada hari Selasa (3/2) setelah sempat pulih beberapa hari terakhir, reli yang sebelumnya dipicu oleh pencalonan Kevin Warsh sebagai calon Ketua Federal Reserve oleh Presiden Donald Trump. Harapan pasar bahwa sosok “hawk” akan memimpin The Fed sempat memberi tenaga tambahan untuk dolar, namun efeknya mulai mereda.

Menurut catatan Michael Pfister dari Commerzbank, pencalonan itu memang sempat mengganggu sentimen yang sebelumnya condong negatif terhadap dolar. Namun ia menilai “fondasi fundamental” yang menekan dolar sebenarnya belum berubah, sehingga penguatan kemarin lebih terlihat sebagai reaksi jangka pendek daripada pembalikan tren besar.

Pfister menambahkan, dolar masih berada dalam posisi lebih lemah sepanjang tahun ini jika dibandingkan dengan rata-rata mata uang G10. Di saat yang sama, ketidakpastian kebijakan AS tetap tinggi, membuat pasar cenderung sensitif terhadap headline.

Tekanan tambahan datang dari sisi data ekonomi: Bureau of Labor Statistics menyatakan akan menunda rilis laporan Nonfarm Payrolls hari Jumat karena penutupan sebagian pemerintah AS. Hilangnya data besar ini membuat arah dolar lebih “abu-abu” dan rawan berfluktuasi.

Sebagai gambaran, indeks dolar DXY turun sekitar 0,2% ke 97,419, menandakan dolar kembali kehilangan momentum setelah reli singkat pasca kabar pencalonan Warsh.

Sumber : Newsmaker.id

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.