Emas Bangkit Setelah Crash Menarik Pembeli Balik Masuk

Harga emas cenderung stabil di awal perdagangan Asia, setelah sempat memantul kuat dari kejatuhan tajam pasca-rekor. Bullion bertahan di atas $4.920/ons, usai melonjak lebih dari 6% pada sesi sebelumnya—dibantu sentimen risk-on yang membaik dan dolar AS yang melemah.

Meski sudah rebound, posisi emas masih “jauh” dari puncaknya. Pada penutupan Selasa, emas tercatat sekitar 12% di bawah rekor tertinggi 29 Januari, tapi performa tahun berjalan masih solid—naik hampir 15%.

Reli besar bulan lalu dipacu kombinasi momentum spekulatif, dorongan safe haven dari geopolitik, dan kekhawatiran soal independensi bank sentral. Namun euforia itu mendadak patah akhir pekan lalu: pasar kena koreksi keras setelah muncul peringatan bahwa kenaikan sudah terlalu cepat dan terlalu tinggi—membuat emas mencetak penurunan terburuk sejak 2013.

Pagi ini, emas turun tipis sekitar 0,4% ke $4.929,48/ons pada pukul 07.10 waktu Singapore. Logam lain ikut melemah: perak turun sekitar 1,3% ke $84,09, sementara platinum dan paladium juga terkoreksi. Bloomberg Dollar Spot Index sendiri menutup sesi sebelumnya turun 0,3%, memberi ruang bagi emas untuk tetap “ketahan” meski volatilitas belum sepenuhnya hilang.

Sumber: Newsmaker.id

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.